Mengunjungi Makam Bung Karno

Karena anakku sebelumnya nonton film Soekarno, maka pada liburan kali ini dia ingin mengunjungi makam Bung Karno. Maka pada tanggal 27 Desember 2013 pukul 11.00 kamipun berangkat ke Blitar, mengunjungi makam Bung Karno.
Berikut foto-foto selama di sana :


Di depan pintu gerbang makam Bung Karno


Di depan Makam


Di depan Makam


Di lorong pintu masuk Makam


Latar belakangnya Musium Bung Karno


Vito


Hector


Ibunya Hector


Bagas


Tante Ari


Di depan ornamen sejarah Bung Karno


Di depan ornamen sejarah Bung Karno


Hector di depan ornamen Bung Karno


Bagas di depan ornamen Bung Karno


Vito di depan ornamen Bung Karno


Di depan bung Karno


Anak-anak di depan foto Sukarno Hatta


Ibunya Hector di depan foto Sukarno


Tante Ari di depan foto Sukarno


Anak-anak di depan foto Sukarno


Anak-anak di depan patung Garuda Pancasila

Foto Bersama Desember 2013

Pada bulan Desember 2013 ini, om Hari dan keluarga datang dari Manado serta om Yoyok dan keluarga datang dari Yogyakarta. Om Hari datang pada hari Sabtu 21 Desember 2013 dan om Yoyok datang pada hari Rabu 25 Desember 2013.
Karena ini kesempatan langka, maka pada pada hari Rabu malam tanggal 25 Desember tersebut, diadakan foto bersama seluruh keluarga Eyang Waryoto, yang diikuti oleh keluarganya Hector (bapaknya Hector, ibunya Hector & Hector), keluarganya om Yoyok (om Yoyok & tante Menik), keluarganya tante Titin (om Ngadiyo, tante Titin, Lia, Kristo & Farrel) dan keluarga om Hari ( om Hari, tante Meilan & Rafael).
Berikut foto-fotonya :


Eyang Kakung dan Eyang Putri


Keluarga Tante Titin (kika : Tante Titin, Lia, Kristo, Farrel dan om Ngadiyo)


Keluarga Tante Titin (kika : Lia, Tante Titin, Eyang Kakung, Farrel, Eyang Putri, Kristo dan om Ngadiyo)


Keluarga om Hari (kika : eyang kakung, tante Meilan, Rafael, om Hari dan Eyang Putri)


Keluarga om Yoyok (kika : Tante Menik, Eyang Kakung, Eyang Putri, om Yoyok)


Keluarga Hector (kika : Bapaknya Hector, Eyang Kakung, Hector, Eyang Putri, ibunya Hector)


Para cucu (belakang kika : Kristo, Eyang Kakung, Eyang Putri, Rafael, Lia)
Depan kika : Hector dan Farrel


Seluruh Keluarga
Berdiri kika : Om Ngadiyo, Tante Titin, om Yoyok, Tante Menik, Tante Meilan, Rafael, om Hari, ibunya Hector, bapaknya Hector
Depan kika : Kristo, Hector, Farrel, Lia


Keluarga Hector


Keluarga om Hari


Para perempuan tiga Generasi


Hector, tante Menik dan Rafael


Rafael

Liburan ke Lampung

Liburan ke Lampung (2013)

(Catatan : foto-foto yang ada di website ini berasal dari Flickr dan video berasal dari Youtube, yang kami upload kesana, jika tidak muncul di browser Anda, mungkin saja akses ke Youtube dan Flickr diblok di jaringan internet Anda)

Pada bulan Agustus 2013, kami 2 keluarga yaitu keluarga Handoko dan keluarga Blasius Saragi, liburan ke Propinsi Lampung. Liburan kali ini karena anak-anak dan bapak-bapak liburan cuti bersama Lebaran Idul Fitri.

Banyak tempat yang kami kunjung, ada tempat yang menyenangkan dikunjungi, terawat, bersih dan indah namun ada tjuga empat yang kurang layak dikunjungi karena kotor dan tidak layak untuk bermain anak-anak.

Dalam liburan kali ini, kami sepakai bahwa kami hanya liburan ke Lampung saja. Tidak perlu menyeberang ke Pulau Jawa. Kami berangkat hari Selasa pagi pukul 10.00 tanggal 7 Agustus 2013 langsung menuju Bandar Lampung. Sampai di Bandar Lampung pukul 18.00 dan langsung menuju Hotel Amelia di Jalan Raden Inten. Kami menginap semalam di sana. Besok paginya kami sarapan dan siap-siap menuju Pantai Mutun. Dari Pantai Mutun kami menyeberang ke Pulau Tangkil.

Di Pulau Tangkil terdapat permainan kano, parasut, banana boat, Jet  ski, dan speed boat , serta pantai yang indah dan bersih.

Hotel Amalia 7 Agustus 2013

Makan pagi di Hotel Amalian dan bertemu pak i Gusti Agung Suteja

 

Berikut foto dan video selama di Pulau Tangkil

Hector dan Abang Bona Bermain di Pulau Tangkil

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

 

Malamnya kami menginap di Hotel Angureah, juga di jalan Raden Inten, berdekatan dengan Hotel Amelia.

 

Hotel Grand Anugerah

Bisa lihat wajah siapa yang ada di sana ?

Kami langsung check out dari hotel Grand Anugerah dan pergi mengunjungi Pantai Bagus di dekat kota Kalianda. Pantai Bagus masih alami, tidak dikelola dengan baik, pantainya yang kotor juga dibiarkan, air laut yang kotor juga tidak antisipasi supaya bersih, sehingga tidak heran bahwa pantai tersebut sepi pengunjung.

Berikut foto-foto dan video kami di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Bermain di Pantai Bagus

 

Setalah dari pantai Bagus, kami menuju lokasi wisata yang bernama Way Belerang, yang merupakan pemandian air hangat dengan air yang tercampur belerang alami di kaki gunung Rajabasa. Pemandian air hangat ini dikelola oleh Pemda Kalianda. Lokasinya tidak jauh dari kota Kalianda, petunjuk jelas dan jalan agak sempit. Di lokasi kami tidak menjumpai banyak pengunjung, hanya 2 keluarga yang bersama-sama kami, merekapun tidak lama berendam disana, beda dengan kami yang berendam lama-lama dan menikmati hangatnya air belerang tersebut. Anak-anak malah sempat bermain dan berfoto di taman.

Berikut foto-foto dan video (ditaman) sewaktu di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Mandi di Way Belerang

 

Pemandian Way Belerang

Bermain di panggung

 

Menari di panggung

 

Bermain jungkat jungkit di Way Belerang

 

Bermain jungkat jungkit di Way Belerang

 

Hector dan Bona Membawa buah kelapa di Way Belerang

 

Hector Membawa buah kelapa di Way Belerang

Bona Membawa buah kelapa di Way Belerang

 

Kami kemudian mengunjungi Ngison Nando, sebuah rumah retret milik para Suster dari Konggregasi Hati Kudus yang berpusat di Bandar Lampung. Dan kami sekaligus menginap satu malam di sana. Tulisan mengenai apa itu Rumah Retret Ngison Nando dapat dilihat disini (dari artikel sebelumnya) atau dari blog di WordPress yosephhandoko.wordpress.com di sini

Berikut foto-foto kami selama di Rumah Retret Ngison Nando, kota Kalianda, Lampung Selatan

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Gua Maria di Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando, bersama Sr Jacquiline HK

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Gua Maria di Rumah Retret Ngison Nando

 

Gua Maria di Rumah Retret Ngison Nando

 

Gua Maria di Rumah Retret Ngison Nando

 

Gua Maria di Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Rumah Retret Ngison Nando

 

Pulang dari Ngison Nando, kami pergi ke Pantai Pasir Putih, sayang pantai ini sangat kotor, baik pada airnya dan pasirnya. Sampah berserakan dimana-mana dan sangat tidak terawat. Akhirnya kami menyeberang ke Pulau Condong, dengan berharap bisa berenang dab bermain disana. Sampai disana, pasir yang bisa dibuat main sangat sedikit, itupun sebagian besar daerah yang berpasir sudah dipakai untuk tempat berlabuh kapal-kapal pengangkut penumpang yang dari dan ke Pulau Condong, sedangkan sisanya dipakai buat beramai-ramai. Agak kedalam, pantainya sudah dipenuhi dengan karang yang tajam, sehingga sangat tidak nyaman buat berenang dan bermain air.

Kami tidak mengambil satupun foto di Pantai Pasir Putih dan di Pulau Condong, kecuali dua foto Hector sewaktu di perahu tersebut

Naik Perahu Pantai Pasir Putih - Pulau Condong

 

Naik Perahu Pantai Pasir Putih - Pulau Condong

 

Malamnya kami menginap lagi di Hotel Amelia.

Keesokan harinya sekitar pukul 10.00 setelah sarapan dan keluar dari Hotel, kami langsung menuju Tegal Arum, sebuah Gua Maria. Di sana kami akan menemui Romo kris. Kami sempatkan diri makan siang di kota Martapura sebelum sampai di Tegal Arum.

Berikut foto dan video selama di Tegal Arum

 

 

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Tegal Arum

 

Setelah mengunjungi Tegal Arum, kami langsung pulang melewat kota Baturaja, Prabumulih dan Indralaya. Kami sempat makan malam di kota Prabumulih sebelum akhirnya langsung pulang menuju rumah masing-masing. 

 

Oh ya, ini foto Hector dan Abang Bona sewaktu tidur berdua di mobil

 

Indralaya-20130810-04285.jpg

NGISON NANDO

Saya akan memperkenalkan sebuah rumah retret yang kami datangi sewaktu liburan Idul Fitri di tahun 2013. Nama rumah retret tersebut adalah Ngison Nando.

Ngison dalam bahasa Lampung berarti dingin, sejuk, adem, memberi kesejukan. Bila diuaraikan NGISON = Nama Griya Ini Sarat Oleh Nazar (Nostalgia), Nando berarti Nur Asih Nafas Doa (Dei Omnipotentis = Allah Mahakuasa) Nando nama sapaan akrab seorang Romo (Ferdi Nando Pecoraro.MEP). Semasa hidup beliau, sungguh terlibat dalam usaha mewujudkan rumah impian Ngison Nando yang tampak sekarang ini.

Rumah retret ini dikelola oleh para Suster HK (Hati Kudus) yang berpusat di Bandar Lampung. Lokasi rumah retret Ngison Nando terletak di samping Komando Distrik Militer Lampung Selatan, di Jalan Sukarno Hatta, Jalan Raya Bandar Lampung – Bakauheni. Jika kita berkendaraan dari Bandar lampung, sekitar 100 meter sebelah kiri simpang besar masuk ke perkantoran kota Kalianda. Kota kalianda sendiri sekitar 2 jam dari Bandar Lmpung dan sekitar 30-45 menit dari Bakauheni. Boleh dikatakan Kota Kalianda dekat dari Jakarta dan Bandar Lampung, sehingga cocok untuk dijadikan tempat retret atau kegiatan doa lainnya.

Rumah retret ini terdiri dari 1 buah bangunan 4 lantai yang sangat besar, dengan luas tanah mencapai 8 hektar. Didalam bangunan tersebut terdapat 24 kamar tidur (masing-masing 3 tempat tidur single, pakai AC, kamar mandi didalam dan tanpa TV), ruang pertemuan, ruang doa, dapur, ruang makan, lobby, toko alat / pernik-pernik doa dan gereja, kantor, ruang susteran dan sakristi. Sedangkan di luar tersebut terdapat taman-taman yang dipakai untuk prosesi jalan salib, Gua Maria, Patung Yesus, halaman parkir dan replika makam Yesus. Dibagian paling atas yang merangkap atap dari gedung besar tersebut, kita dapat melihat pemandangan-pemandangan kota Kalianda, Teluk Lampung dan Gunung Rajabasa.

Rumah retret ini setiap saat membantu air bersih kepada Koramil yang ada disebelahnya dan rumah-rumah penduduk disekitarnya. Tidak hanya itu, Suster disini membantu listrik juga kepada penduduk-penduduk tersebut. Jika Anda makan disana, maka akan disediakan sayur-sayuran dan buah-buahan ORGANIK (tanpa pupuk kimia).

Anda bisa datang kesana sekeluarga atau dengan membawa rombongan. Jika ingin mengadakan acara disana ataupun menginap, Anda diharuskan menghubungi para Suster disana terlebih dahulu, jika tidak maka kemungkinan tempat disana sedang ada retret atau ruang pertemuannya sedang dipakai. 

Untuk informasi lengkap, Anda bisa mendownload brosurnya di sini (dari website Ngison Nando) atau dari sini (Dropbox)

Nomor telepon yang bisa dihubungi sesuai dengan yang tertulis di brosur adalah 0727-322907 atau nomor HP 0813-6995-7673

Berikut foto-foto yang sempat saya abadikan, untuk dijadikan gambaran betapa indahnya rumah retret Ngison Nando. Jangan lupa untuk melihat foto-foto kami sekeluarga sewaktu menginap di Ngison Nando, di tulisan berikutnya sewaktu liburan di Lampung, kami bisa menikmati terbitnya matahari dari lantai paling atas gedung ini.

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang Lobby Utama

Rumah Retret Ngison Nando

Atrium ditengah gedung

Rumah Retret Ngison Nando

Toko Rohani

Rumah Retret Ngison Nando

Gedung Ngison Nando

Rumah Retret Ngison Nando

Gedung Ngison Nando

Rumah Retret Ngison Nando

Gedung Ngison Nando

Rumah Retret Ngison Nando

Gedung Ngison Nando dari samping

Rumah Retret Ngison Nando

Gedung Ngison Nando dari belakang

Rumah Retret Ngison Nando

Gedung Ngison Nando dari belakang

Rumah Retret Ngison Nando

Lantai 1

Rumah Retret Ngison Nando

Lantai 1

Rumah Retret Ngison Nando

Lantai 1

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang makan

Rumah Retret Ngison Nando

Susunan tangga di atrium

Rumah Retret Ngison Nando

Lantai 3 depan ruang doa

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang Sakristi

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang Doa

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang Doa

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang Doa

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang Pertemuan lantai 4

Rumah Retret Ngison Nando

Ruang Pertemuan 

Rumah Retret Ngison Nando

Diatas atap dan pemandangannya

Rumah Retret Ngison Nando

Kamar yang kami tempati

Rumah Retret Ngison Nando

Kamar yang kami tempati

 

Rumah Retret Ngison Nando

Kami dan para suster HK di sana

Rumah Retret Ngison Nando

Replika Makam Yesus

Rumah Retret Ngison Nando

Pemandangan dari atap

Rumah Retret Ngison Nando

Makam Yesus

Rumah Retret Ngison Nando

Patung di sekitar taman

Rumah Retret Ngison Nando

Taman di sana

Rumah Retret Ngison Nando

Patung Yesus sedang berdoa

ke Pulau Kemaro

Pada hari Minggu tanggal 23 Juni 2013, Hector, para sepupunya, para tantenya dan Om Tanto berlibur ke Pulau Kemaro. Pulau Kemaro merupakan pulau kecil yang terletak di Sungai Musi, yang mempunyai legenda tentang percintaan di jaman dulu. Pulau Kemaro bisa dijangkau dari lewat darat dan baru menyeberang lewat perahu, atau naik speed boat dari Benteng Kuto besak. Nah kami mengambil jalur ke dua, biaya naik speed boat sebesar Rp.175.000 per speed boat dan kami menyewa dua speed boat untuk anter dan jemput.

Di Pulau Kemaro ada bengunan-bangunan, yaitu makam dan Vihara. Kami berfoto-foto bersama-sama disana. Berikut foto-fotonya selama di sana.

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Naik Perahu

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Di Pulau Kemaro

Tidur berdua, bukan mesum

Kecapekkan

Powered by WordPress | Designed by: buy backlinks | Thanks to Webdesign Berlin, Web Design and pay per click